Riau

Daerah  yang beribukota Pekanbaru ini terkenal dengan wisata baharinya, yah bisa dikatakan surga pantai dari segala pantai wkwkwwk 😀 . Enggak ketinggalan juga, ternyata di kepulauan Riau ini juga merupakan salah satu pulau yag romantis dari enam pulau laenyaa..hahah. Gimana gak romantis , Keindahan alamnya dengan kemilau pasir putih, biru air laut, dan pepohonaan. Sungguh perpaduan yang membuat pulau ini begitu cantik (kalau liat di gambar)^^, suasananya juga mendukung banget..hehehe :p .

http://id.wikipedia.org/wiki/Riau

 Informasi Umum

Lambang

Lambang Riau

Peta lokasi Riau

Negara  Indonesia
Hari jadi 9 Agustus 1957 (hari jadi)
Ibu kota Pekanbaru
Demografi
 – Suku bangsa Melayu (37,74%), Jawa (25,05%), Minangkabau (11,26%), Batak (7,31%), Banjar (3,78%), Tionghoa (3,72%), Bugis (2,27%), Lain-lain (8,87%) [4]
 – Agama Islam (88%), Protestan (1%), Katolik (5%), Buddha (6%), Hindu (0,2%)
 – Bahasa Bahasa Melayu, Bahasa Minangkabau, Bahasa Indonesia
Zona waktu WIB
Kabupaten 10
Kota 2
Lagu daerah Lancang Kuning, Soleram, Langgam Melayu, Kutang Barendo, Lenggang Kangkung, Ayam Putih Pungguk, Hymne Melayu, Satelit Zapin, Zapin Laksmana Raja di Laut, Zapin Pantai Solop, Gulai Kokek Asam Durian, Tuanku Tambusa

http://indonesia.travel/id/destination/63

Pulau Bintan

Bintan adalah pulau terbesar di Kepulauan Riau, yang terdiri dari hampir 3.000 pulau besar dan kecil, terbentang di sebrang Singapura dan Johor Baru, Malaysia. Pulau ini melebar dari Malaka ke Laut Cina Selatan. Tanjung Pinang merupakan ibu kota provinsi ini, terletak di pantai barat selatan Bintan. Secara strategis terletak di semenanjung selatan Malaysia di mulut Selat Malaka, kepulauan Riau, dahulu pada abad pertama masehi, merupakan tempat favorit bagi kapal dagang India dan Cina.

Tujuan wisata teratas di sini adalah Bintan Resor, destinasi wisata berupa pantai yang spektakuler di utara pulau, dengan luas 23,000 hektar diatas pasir putih yang menghadap ke Laut Cina Selatan. Pulau ini juga memiliki riwayat yang menarik di Tanjung Pinang dan Penyengat, yang menawarkan kesempatan untuk surfing, bertualang dan ekowisata untuk pelajar dan keluarga, tapi juga ideal untuk bersantai dan kesehatan.

Sementara, bagi mereka yang suka menyelam kepulauan Anambas di Laut Cina Selatan menawarkan lokasi menyelam yang masih alami, dapat dijangkau dari bandara Tanjung Pinang. Sedangkan, kepulauan Natuna dapat dijangkau dari Batam.

Tidak heran lagi, pada abad ke-18, pedagang dari Eropa, Portugis, Belanda dan Inggris saling bertarung memperebutkan pulau ini. Pada waktu itu, pulau ini bagian dari Semenanjung Melayu dikuasai oleh Kesultanan Johor-Riau, yang diduduki secara  berganti antara Johor – berada di Malaysia saat ini – dan pulau Bintan, berada di Indonesia saat ini.

Pada 1884 Inggris dan Belanda menutup pertentangan mereka di pulau ini dengan menandatangani Treaty of London, yang kemudian semua wilayah teritoris utara Singapura diberikan pada Inggris, sementara wilayah teritoris selatan Singapura diserahkan pada Belanda.

Sejak saat  itu takdir dan sejarah wilayah utara dan selatan Singapura dipisahkan. Singapura menjadi pusat perkembangan dagang Inggris, sedangkan Belanda berkonsentrasi di Jakarta dan Jawa, meninggalkan kepulauan Bintan.

Dalam beberapa dekade, dengan hubungan bersahabat antara Indonesia dan Singapura, sebuah persetujuan ditanda tangani antara kedua belah pihak untuk membangun kepulauan Bintan secara bersama-sama yang akan menguntungkan kedua negara dalam Zona Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan kepulauan Batam.

Bentuk pertama dari perjanjian ini adalah pembangunan Bintan Resor, destinasi wisata pantai, seluas 23,000 hektar diatas pasir putih Bintan nan indah yang menghadap Laut Cina Selatan.

Air Terjun Aek Martua

http://www.indogetnetworks.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=1600:pesona-air-terjun-aek-martua&Itemid=482

Mengunjungi air terjun Aek Martua boleh jadi merupakan kombinasi wisata alam dan budaya. Apa sebabnya?

Di manakah air terjun Aek Martua, air bertuah, berada? Mendengar namanya, mungkin banyak yang menganggap objek wisata ini berlokasi di kawasan Sumatera Utara.

Namun, sesungguhnya Aek Martua berada di Rokan Hulu, Riau. Maka berkunjung ke sana boleh jadi sama dengan mengkombinasikan wisata alam plus budaya sekalian: melihat air terjun dan komunitas Mandailing di sekitarnya hidup di wilayah administrasi yang lebih dikenal sebagai kawasan Melayu Riau. Tak mengherankan jika di samping menjadi tujuan wisata, sekarang Aek Martua telah pula menjadi objek penelitian sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Pekanbaru.

Air terjun Aek Martua adalah salah satu wisata unggulan Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Namanya diambil dari Aek Martua, sebuah sungai di wilayah Dusun Huta Padang, Kecamatan Bangun Purba, Rokan Hulu. Nama Aek Martua berasal dari bahasa suku Mandailing yang artinya air bertuah. Harap maklum, mayoritas penduduk desa di sekitar air terjun dan hulu sungai ini adalah suku Mandailing.

Sebagaimana namanya, air terjun ini dipercaya dapat membuat awet muda. Namun, lebih dari itu, kawasan di sekitar air terjun ini memang memiliki pesona luar biasa.

Kawasan ini merupakan hulu sungai di wilayah Bukit Simalombu, sebuah bagian dari rangkaian dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan. Bukit Simalombu merupakan hutan alam berstatus Taman Hutan Raya dengan potensi ratusan kubik pohon kayu alam.

Di sini pengujung bisa menikmati indahnya pohon-pohon hutan tinggi menjulang, meskipun menjadi incaran para pembalak liar. Tebing-tebing berbatu cadas terjal tampak gagah tegak di sisi air terjun. Dinginnya air Aek Martua yang dangkal namun bersih menambah nyaman suasana, bening belaka laksana air minum dalam kemasan. Pengunjung pun dapat berenang di antara cadas terhampar di sepanjang sungai tanpa perlu khawatir tenggelam.

Sebelum sampai ke yang tertinggi, sekitar 40 meter, para pengunjung dapat lebih dulu menikmati indahnya air terjun lain setinggi empat dan tujuh meter. Di kedua air terjun ini, pengunjung dapat beristirahat sejenak di batu-batu cadas sambil makan-minum sebelum mencapai air terjun tertinggi.

Ada tiga air terjun indah dan spektakuler dengan jarak beberapa puluh meter di kawasan ini, bervariasi mulai ketinggian 15 meter sampai dengan yang tertinggi 40 meter. Air terjun pertama memiliki hamparan batu cukup luas untuk bermain air. Sedangkan air terjun kedua memiliki kolam sekitar 250 m2 untuk mandi. Yang lebih spektakuler adalah air terjun ketiga, tertinggi dan tersulit medannya.

Pada musim liburan dan hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Tahun Baru, obyek wisata Aek Martua dipenuhi ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Bahkan sejumlah wisatawan mancanegara tampak berbaur dengan pengunjung lokal di sana.

Pantai Pulau Rupat

http://www.riaumagazine.com/pantai-pulau-rupat-pantai-pesona-pasir-panjang/

Pantai ini memanjang dari timur ke barat dan berhadapan langsung dengan Tanjung Rusa di Port Dickson – Malaysia. Daerah pantai yang memiliki kelompok tanah mineral dengan tingkat perkembangan muda, baik dengan ciri hidromorfik maupun tanpa ciri hidromorfik. Pantai Utara ini dapat melihat kapal-kapal nasional dan internasional yang melintas, hal ini didukung keadaan laut yang memiliki kedalaman 10-30 meter.

Saat admin RiauMagazine berkunjung ke Pantai Pesona Desa Teluk Rhu Pulau Rupat Utara November 2011 silam, masih tergolong sulit khususnya transportasi dari Pelabuhan Tanjung Medang Pulau Rupat menuju desa Teluk Rhu sebagai salah satu lokasi wisata di pantai Pesona tersebut. Ketidak-tersediaan kendaraan umum akhirnya tertutupi oleh masyarakat yang menyediakan ojek kendaraan roda 2 dengan ongkos saling tawar-menawar.

Transportasi menuju Pulau Rupat sendiri sebenarnya sudah lancar dengan tersedianya kapal speedboat, kapal RORO, maupun kapal pompong dari beberapa pelabuhan lain menuju Rupat. Dari Pelabuhan TPI Dumai tersedia kapal speedboat menuju Pelabuhan Tanjung Medang Rupat dengan ongkos Rp.110.000 dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Kemudian ada juga kapal RORO dari Dumai menuju pelabuhan Tanjung Kapal di Rupat Selatan yang dapat melanjutkan perjalanan darat menuju Pantai Pesona di Desa Teluk Rhu. Rute perjalanan lainnya adalah menggunakan speedboat dari Bengkalis menuju pelabuhan Tanjung Medang maupun kapal pompong yang akan berlabuh di Kadoor (Kadur).

Semua usaha untuk mencapai lokasi Pantai Pulau Rupat yang telah bernama Pantai Pesona ini sungguh terobati dengan keindahan alamnya. Pantai pasir yang memanjang 12 km dan cukup datar sangat asyik untuk bermain bola atau permainan lainnya. Kondisi pantai Pesona ini mirip dengan kondisi Pantai Sanur di timur Bali dengan pasir yang datar. Jika kondisi cuaca bagus di malam hari, akan terlihat cahaya-cahaya lampu di Port Dickson Malaysia.

Pantai Pesona Pulau Rupat ini menjadi salah satu dari lima daerah unggulan wisata dalam MasterPlan Pariwisata Nasional untuk Propinsi Riau yaitu Pulau Rupat, Candi Muara Takus, Istana Kesultanan Siak, Bukit 30 dan Kota Pekanbaru. Khusus Kota Pekanbaru lebih mengandalkan kepada Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), sedangkan 4 daerah lainnya mengandalkan wisata alam, wisata sejarah, dan wisata religius.

Pantai yang memiliki panjang 12 km dengan pasir putih yang cukup datar

Pantai Pulau Rupat Bengkalis RiauPantai Pulau Rupat Bengkalis Riau
Pantai Pulau Rupat Bengkalis RiauPantai Pulau Rupat Bengkalis Riau
Pantai Pulau Rupat Bengkalis RiauPantai Pulau Rupat Bengkalis Riau
Pantai Pulau Rupat Bengkalis RiauPantai Pulau Rupat Bengkalis RiauOmbak
 Ombak Bono
Ombak BONO adalah ombak atau gelombang sebagai suatu fenomena alam yang terjadi di Muara Sungai Kampar Riau Indonesia. Ombak Bono ini terjadi akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Di dunia ini hanya ada sekitar 4 tempat yang memiliki fenomena alam yang sama seperti Ombak Bono, walaupun dengan nama sebutan yang berbeda-beda seperti Benak, Pororoca, Aegir dan lain-lain. Lokasi Ombak Bono Kampar ini dapat dicapai melalui Desa Teluk Meranti, Pangkalan Kerinci Riau – Indonesia.

Cara mencapai lokasi tersebut dari Pekanbaru dapat dilalui dengan 2 (dua) cara. :
Pertama, melalui jalan darat. Dari Pekanbaru dengan mengendarai kendaraan menuju Pangkalan Kerinci yang diteruskan menuju Simpang Bunut. Dari Simpang Bunut berbelok menuju Jalan Lintas Bono langsung menuju Desa Teluk Meranti.

Kedua, melalui jalan darat dan jalan air. Dari Pekanbaru dengan mengendarai kendaraan menuju Pangkalan Kerinci dan berhenti di Jembatan Pangkalan Kerinci. Di bawah jembatan tersebut terdapat pelabuhan speed-boat yang dapat mengantarkan penumpang ke pelabuhan Pulau Muda dan pelabuhan Desa Teluk Meranti.

Ombak Bono atau Gelombang Bono atau Bono Waves bagi masyarakat sekitarnya disebut sebagai jelmaan 7 (tujuh) hantu dan menjadi suatu nilai mistis tersendiri. Hal-hal mistis tersebut dihubungkan dengan bahaya dan resiko jika berhadapan dengan ombak Bono tersebut. Kapal-kapal, sampan maupun speed boat biasanya akan hancur jika terkena terjangan ombak Bono ini. Suatu kepercayaan bagi masyarakat setempat, bahwa setiap pendekar Melayu dapat dianggap sebagai pendekar jika telah dapat melalui ombak Bono tersebut.

Sekarang, masyarakat sekitar Kuala Kampar menganggap Bono sebagai “sahabat alam”. Penduduk yang berani akan “mengendarai” Bono dengan sampan mereka tidak dengan menggunakan papan selancar pada umumnya. Mengendarai sampan di atas ombak Bono menjadi suatu kegiatan ketangkasan. Tetapi kegiatan ini memiliki resiko tinggi karena ketika salah mengendarai sampan, maka sampan akan dapat dihempas oleh ombak Bono, tak jarang yang sampannya hancur berkeping-keping.

Beberapa peselancar dunia pun telah juga menguji coba nyalinya dengan mengendarai papan selancar di atas ombak Bono ini. Hal ini kemudian berkembang menjadi suatu daya tarik wisatawan asing lainnya untuk mencoba ketangkasan mereka berselancar. Mengingat ombak Bono menjadi suatu ombak yang dianggap terbesar dari jenis ombak ini, maka suatu berkah yang sangat tak terhingga bagi masyarakat Desa Teluk Meranti – Pangkalan Kerinci khususnya, maupun Riau secara umumnya. Dan jika ini dikelola dengan baik akan menaikkan nama Indonesia di mata peselancar dunia, sehingga mereka tidak selalu berpikiran bahwa Bali adalah tempat berselancar terbaik di Indonesia. Ombak Bono pun menjadi lokasi berselancar yang terbaik di Indonesia.

Photo Ombak Bono Kampar :
Riau Daily Photo
http://www.Bonosurf.com

Pulau-pulau yang terdapat di Pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Pada musim angin barat laut tiba, gelombang di Selat Malaka sangat besar sehingga biasanya nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan disekitar perairan Pulau Jemur ini berlindung di bagian tengah Pulau Jemur,karena lebih  tenang. dari tingginya ombak dan gelombang. Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang barulah para nelayan keluar untuk memulai aktivitas menangkap ikan kembali. Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah, selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, disamping penyu-penyu tersebut naik ke pantai dan bertelur, penyu tersebut menyimpang telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai, satwa langka ini dapat bertelur 100 sampai 150 butir setiap ekornya. Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tan sebagai habitat penyu hijauPulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari Kota Bagansiapiapi ibukota Kabupaten Rokan Hilir. Pulau Jemur merupakan rangkaian dari gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut dan pantai berpasir kuning emas.   Di Pulau Jemur juga terdapat potensi wisata selam,disini banyak terdapat terumbu terumbu karang yang sangat indah
-musica stani-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s