Jalan Malioboro

hmmmm belum disebut pergi ke Jogja kalo belum mampir ke Malioboro. gak tau kenapa, tapi yang pasti nama jalan ini sudah hampir sama dengan kota Jogja itu sendiri. katanya ada yang bilang Jalan Malioboro yang terletak 800 meter di utara Kraton Yogyakarta ini, dulunya dipenuhi karangan bunga setiap kali kraton melaksanakan perayaan. uuuuuh sereeeem -,-

Jalan Malioboro adalah nama salah satu jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.

Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art,pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini.

Menelusuri Malioboro menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Kamu bisa cari penginapan  mulai dari kelas melati hingga berbintang lima cukup dengan berjalan kaki atau naik becak atau andong. Ruas timur jalan memang jadi pusat pertokoan, juga mall. Sementara di ruas barat sebagai surganya cinderamata. Banyakl oleh-oleh dapat ditemukan disini, seperti kerajinan batik, kulit, perak, kaos dengan tulisan-tulisan lucu serta berbagai kerajinan lainnya. Tentu saja harga yang ditawarkan disini pun dapat ditawar, dan anda jago dalam tawar-menawar andapun bisa belanja dengan harga yang murah. Cuma, kunci sukses kamu berburu barang adalah kemampuanmu menawar. Akan menjadi sangat membantu kalo kamu bisa ngomong  bahasa Jawa

Di malam hari, kamu bisa menikmati makan lesehan di sepanjang jalan ini, dengan menu burung dara goreng, pecel lele hingga nasi gudeg. Ditambah lagi ada serombongan musisi jalanan dengan tembang-tembang lawas yang siap menemani waktu bersantap kamu jadi makin spesial. Hem… makin malam Malioboro makin menghanyutkan!

http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/market/malioboro/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s